Jumat, 22 Desember 2017

Desain Shabby Chic yang Elegan dan Feminin

Desain Shabby Chic yang Elegan dan Feminin
Desain Shabby Chic menyajikan suasana lembut dan feminin yang membedakan tampilan ini dari gaya vintage lainnya. Tidak heran jika penggemar dari gaya desain ini kebanyakan adalah perempuan. Gaya ini adalah cara dekorasi unik yang romantis. Desain interior Shabby Chic memakai pilihan dari furnitur yang sudah terlihat tua dan terlihat tanda-tanda pemakaiannya serta aksesoris interior yang feminin.

Gaya ini pertama kali berkembang di Inggris dan membangkitkan kembali jenis dekorasi yang sering ditemukan di rumah-rumah pedesaan, yang biasanya menggunakan sofa tua usang, tirai dan cat yang sudah lama. Hasil yang ingin dicapai dari desain Shabby Chic adalah efek kesuluruhan yang elegan. Daur ulang furnitur tua dan kain-kain lama merupakan aspek penting dari tampilan ini. Interior dari Shabby Chic sendiri dianggap sebagai karya seni.

Kamar tidur dengan gaya Shabby Chic (Sumber: diyprojects.com)


Gaya Shabby Chic sekarang telah berkembang dengan mengambil berbagai inspirasi dari banyak bentuk dekorasi, seperti dekorasi cat gaya Swedia dari abad 18, Chateau di Perancis, serta Shakers di Amerika yang mementingkan kesederhanaan dan kepolosan pada desain. Istilah Shabby Chic sendiri pertama kali diciptakan oleh majalah The World of Interiors pada tahun 1980 dan menjadi sangat populer di Amerika Serikat pada tahun 90an.

Berikut adalah beberapa tips untuk mendapatkan tampilan desain dengan gaya Shabby Chic:
Slipcovers (Sumber: www.frenchentree.com)


Slipcovers. Salah satu unsur yang dapat mendefinisikan gaya Shabby Chic adalah slipcovers. Mereka biasanya digunakan untuk sofa atau kursi. Anda dapat pula melapisi furnitur lain pada rumah Anda, mulai dari sandaran kepala, meja atau kursi ottoman. Pilih kain yang murah dan ringan dengan warna pucat atau motif print yang sudah sedikit memudar.
Furnitur vintage (Sumber: mydesign.mergercode.com)


Sentuhan vintage. Furnitur yang digunakan pada gaya Shabby Chic kebanyakan adalah furnitur yang terlihat usang. Anda juga dapat mendapatkan kesan usang atau shabby dari furnitur baru dengan cara mengampelas furnitur Anda.

Palet warna shabby chic (Sumber: bungalow47.com)


Warna pastel dan pola yang feminin. Warna-warna yang digunakan pada gaya desain Shabby Chic biasanya natural dan terlihat ringan. Warna putih dan krem adalah suatu keharusan, terutama pada dinding dan perabotan besar. Pakai pola yang halus dan feminin, seperti motif bunga, motif kotak, garis-garis, atau toile.
Ruffle Linen (Sumber: pinterest.com)


Material kain yang nyaman. Katun, linen dan muslin yang terlihat klasik dapat dipadukan dengan material tenun yang kasar, seperti kain goni atau renda. Bahan yang paling sering digunakan adalah kain linen. Kain linen biasanya digunakan untuk taplak meja, gorden, sarung bantal, dan lainnya. Jika ingin menggunakan kain dengan motif, gunakan kain dengan motif bunga-bunga kecil.
Meja dengan tekstur khas Shabby Chic (Sumber: multirecargas.net)


Tekstur dan patina. Permukaan furnitur yang glossy sebaiknya jangan digunakan dalam gaya desain ini. Gunakan furnitur yang memiliki hasil matte pada kayu atau logam, dengan beberapa goresan. Furnitur usang dengan patina juga dapat membantu menciptakan suasana intim dan nyaman pada ruangan.
Rumah dengan interior Shabby Chic (Sumber: decoist.com)


Barang bekas. Jika Anda ingin menciptakan suasana Shabby Chic mungkin flea market atau toko barang-barang bekas dapat menjadi pilihan tempat berbelanja Anda. Barang-barang bekas dapat membawa suasana lusuh pada rumah Anda. Anda dapat menggunakan kursi tua, daun pintu atau jendela usang, serta bingkai kayu tua untuk menjadi aksesoris. Namun, perlu diperhatikan dalam penggunaannya agar interior rumah Anda tidak terlihat seperti kumpulan barang bekas.
Kamar mandi dengan nuansa putih (Sumber: vseovanne.ru)


Warna putih. Nuansa serba putih adalah ciri khas lain dari gaya Shabby Chic. Warna putih tidak hanya menambah kesan berbeda dan intim pada ruang keluarga dan kamar tidur, warna putih juga mudah dibersihkan dengan bantuan pemutih rumah tangga biasa. Warna putih juga dapat membuat ruangan terlihat lebih cerah dan indah.
Chandelier (Sumber: pinterest.com)


Gunakan chandelier. Anda dapat menggunakan chandelier baru maupun bekas untuk menambahkan keanggunan pada ruangan Anda.

Taman dengan gaya Shabby Chic (Sumber: wefollowpics.com)


Shabby Chic pada taman. Anda dapat menciptakan gaya desain Shabby Chic pada taman di rumah Anda. Mawar adalah jenis bunga yang paling sering digunakan dalam gaya Shabby Chic. Namun, Anda bisa juga menggunakan jenis tanaman lain dengan bunga bewarna lembut. Tambahkan furnitur luar ruangan yang terkesan vintage dan usang.

Jenis-jenis Tanaman Pelengkap Desain Interior Kekinian

Jenis-jenis Tanaman Pelengkap Desain Interior Kekinian
Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan memang diciptakan tidak bisa terlepas dari lingkungan sekitarnya. Sebagai makhluk paling mulia, manusia harus mampu mengelola dan memanfaatkan alam, termasuk tanaman, dengan baik dan bertanggung jawab. Demikian pula dalam desain interior. Dasar pemikiran bahwa manusia tidak bisa terlepas dari alam, membuat desain interior yang baik mengikutsertakan elemen alam ke dalam elemen desainnya. Bukan sekedar demi menunjukkan keberadaan manusia yang berkaitan erat dengan alam, tetapi memang karena elemen alam diperlukan untuk mewujudkan desain interior yang nyaman dan fungsional.

Di tengah kemajuan zaman dan kesibukan manusia sekarang ini, dibutuhkan desain interior yang fungsional, nyaman, kreatif, dan praktis. Hal inilah yang mendasari perlunya pengetahuan tentang jenis-jenis tanaman pelengkap desain interior kekinian. Banyak alasan yang menjadikan tanaman sangat penting diikutsertakan dalam desain interior. Hijaunya tanaman memberi kenyamanan dan kesegaran pikiran. Cerahnya warna-warni bunga menceriakan suasana. Oksigen yang dihasilkan pastilah menyehatkan. Bahkan, beberapa jenis tanaman bisa menetralkan racun sejenis formaldehida, racun penyebab gangguan pernapasan, masalah neurologis, dan kanker. Selain itu, keberadaan tanaman dalam desain interior bisa menjadi ‘focal point’ yang mempercantik ruang.

Baca juga: 8 Desain Rumah Mewah dengan Interior Garden yang Mempesona
1. Pakis Sarang Burung (Kadaka)


P_Housedi BSD, Tangerang karyaStudio Air Putih tahun 2012

Tanaman pakis atau sejenis paku-pakuan (Pteridophyta) ini banyak tumbuh di hutan-hutan Indonesia. Jenis tanaman pakis memang daunnya berbeda-beda dan unik. Panjang daunnya sekitar 25-35 cm dan agak tebal. Varian kadaka ada beberapa jenis, seperti: kadaka ular, kadaka osaka, dan kadaka keriting. Semakin unik bentuknya, nilai jualnya pun semakin tinggi. Selain indah, unik, dan khas Indonesia, tanaman ini cocok sebagai perlambang keindahan desain minimalis. Perawatannya pun mudah. Inilah sebabnya, Studio Air Putih memanfaatkan pakis sarang burung (Aspienium Scorpio) di P_House, meneranginya dengan cahaya matahari, dan menjadikannya ‘focal point’ yang cantik dan elegan.

Baca juga: 12 Cara Cerdik Mendesain Taman yang Mudah Perawatannya
2. Sansevieria (lidah mertua)


Studio Apartmentdi Jakarta karyaJR Design tahun 2016

Saat mendesain interior untuk Studio Apartment ini, JR Design mendapat tantangan untuk merancang interior bergaya industrial minimalis yang terkesan bersih dan senyaman di hotel. Sansevieria jenis ‘Black brazilian’ dipilih sebagai tanaman pelengkap desain interior yang menghasilkan banyak oksigen, perawatannya mudah, dan tidak perlu sering disiram. Cara pengembangbiakannya juga mudah karena Sansevieria menghasilkan tunas anakan di sekelilingnya.

Nama Sansevieria merupakan penghormatan bagi Pietro Antonio Sanseverino yang berhasil menangkarkan tanaman ini. Tanaman ini digemari sebagai tanaman hias karena mudah perawatan dan pembudidayaannya. Sansevieria dapat tumbuh dalam kondisi sedikit air atau kering dan lokasi yang terpapar cahaya matahari langsung.

Sansevieria digemari bukan hanya karena keunikan daunnya, melainkan juga terkenal sebagai tanaman penyerap polusi terbanyak. Tanaman ini memiliki senyawa yang mampu menyerap radiasi (computer dan peralatan elektronik lainnya), karbondioksida (formaldehida, xylene, dan toluene), asap rokok, dan 170 polutan lainnya serta mengubahnya menjadi oksigen. Di Cina, Korea, dan Barbados, Sansevieria dipercaya sebagai pembawa keberuntungan. Bentuk daun Sansevieria dengan tulang daun sejajar, mempertegas kesan minimalis dalam desain interior.

Baca juga: Desain Kantor Industrial Kekinian Bagi Kaum Milenial
3. Tanaman palem

Regency 21di Surabaya karyaLumos Interior Design tahun 2016

Hampir semua jenis tanaman palem dapat dijadikan pelengkap desain interior karena tumbuhnya tegak dan tampilan daunnya pun cantik. Tanaman palem juga baik dalam menyerap polutan. Namun, tanaman palem membutuhkan sedikit perhatian lebih, karena harus disiram secara teratur. Garis-garis tulang daun dan batang palem berpadu harmonis dengan garis-garis pada lantai kayu, furnitur, dan gorden di Regency 21. Lewin Nuramin juga memanfaatkan ketegasan garis-garis dari tulang daun palem untuk memperkuat kesan minimalis, sekaligus sebagai penyeimbang unsur lengkung pada bentuk wastafel dan keran di kamar mandi Rumah W.

Baca juga: Desain Taman Rumah Minimalis di Lahan Sempit dengan Keindahan Maksimal


Rumah WkaryaLewin Nuramin tahun 2016
4. Sirih Gading (Devil’s Ivy)

Sirih gading (Golden photos atau Epipremnum aureum) termasuk tanaman rambat yang unik, mudah perawatan, dan pengembangbiakannya. Daunnya berbentuk hati, berwarna hijau tua atau hijau tua dengan corak kuning gading. Sirih gading dapat bertahan hidup pada suhu dingin dan sedikit cahaya matahari. Daunnya juga mampu menyerap berbagai polutan di udara.

Bila ditanam di dalam pot, ukuran daunnya kecil dengan diameter sekitar 5-10cm. Tetapi, jika ditanam langsung di tanah luas, diameternya bisa mencapai 30 cm. Potongan batangnya bisa tetap tumbuh jika direndam air pada bagian ruasnya, dan bisa diletakkan dikamar mandidengan pot transparan. Sirih gading juga menjuntai cantik dari dalam pot gantung. Jadi, sirih gading cocok ditanam di berbagai media, langsung di tanah luas, di dalam pot biasa dan pot gantung, atau di air.

Baca juga: Mengintip Desain Kamar Mandi yang Cocok untuk Rumah Minimalis Anda
5. Tanaman karet hias (Ficus lyrata)


Rumah WkaryaLewin Nuramintahun 2016

Ficus lyrata sebenarnya sejenis tanaman karet hias, dengan daun yang tebal dan lebar. Warna daun hijau tua serta mampu menyerap formaldehida dan banyak menghasilkan oksigen. Ficus lyrata mampu bertahan di daerah temperatur rendah dengan sedikit pancaran sinar matahari. Tanaman ini cocok dijadikan pelengkap desain interior kekinian dengan kebutuhan tanaman berdaun lebar sebagai elemen ‘hijau’ untuk ruangan. Lewin Nuramin meletakkan pot yang ditumbuhi Ficus lyrata di atas lantai kayu di Rumah W. Warna hijau tua dan coklat kayu berpadu serasi dalam menciptakan ke suasana alami yang nyaman dan elegan.

Baca juga: 10 Cara Mempercantik Lantai Kayu Rumah Anda
6. Agapanthus

Nama Agapanthus berasal dari kata Yunani yaitu “agape” yang berarti cinta dan “anthos” yang berarti bunga. Jadi, Agapanthus berarti bunga cinta. Dikenal juga sebagai Lily of the Nile, Blue Lily, atau African Lily.

Bunga Agapanthus bergerombol dan tampil anggun dengan gradasi warna biru keunguan. Agapanthus dikembangbiakkan dengan umbinya, toleran terhadap panas dan kering, daunnya menyerupai rumput, tidak mudah rontok, dan bunga birunya cantik bergerombol seperti bola bunga. Kuntum bunganya yang cantik akan mekar di musim kemarau dan bertahan selama beberapa bulan untuk meneduhkan panasnya musim kemarau.

Tanaman bunga yang termasuk family Amaryllidaceae ini, cukup mudah perawatannya karena hanya perlu disiram satu kali sehari. Jika ditanam di dalam pot, diameter pot sebaiknya tidak terlalu besar, sekitar 20-30 cm saja. Jika ukuran pot terlalu besar, daun akan tumbuh lebih subur, dan sulit berbunga.


Modern Minimalist Kitchen-Red and Whitedi Jakarta karyaZeno Living tahun 2011
7. Philodendron

Philodendron memiliki daun lebar berbentuk hati. Mudah perawatannya karena dapat bertahan hidup pada lingkungan yang terkena sinar matahari ataupun yang tidak. Philodendron dapat menyerap racun formaldehida dari perabotan rumah tangga, seperti furnitur dari kayu, particle board, karpet, bahan pembersih, minyak tanah, dan asap rokok. Tanaman ini mendapat penghargaan Royal Horticultural Society’s Award of Garden Merit dan direkomendasikan sebagai tanaman untuk interior.

Namun, getah philodendron bisa menyebabkan iritasi kulit. Tanaman ini juga beracun jika dikonsumsi karena mengandung kristal kalsium oksalat. Efek keracunannya berbeda-beda, mulai dari pembengkakan parah hingga gangguan fungsi pernapasan.

Baca juga: 10 Desain Dapur Keren untuk Rumah Minimalis Anda
8. Bunga Aster


Modern Minimalist Kitchen with Marmerdi Jakarta karyaZeno Living tahun 2010

Bunga aster banyak digemari sebagai tanaman hias dan pelengkap desain interior karena warnanya yang cerah dan beraneka ragam. Zeno Living memilih warna ungu dan putih untuk mencerahkan Modern Minimalist Kitchen with Marmer. Selain sebagai tanaman hias, bunga aster merupakan pengusir nyamuk alami sebab mengandung zat pyrethrin, yang biasa digunakan sebagai campuran bahan obat nyamuk bakar.
9. Pachiara (pohon uang)


JS House di Tulodong, Jakarta karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon tahun 2015

Pachiara lebih dikenal sebagai ‘pohon uang’ karena banyak orang yang menganggapnya sebagai pembawa rejeki. Umumnya, batang pachiara yang tinggi ramping dibonsaikan atau dikepang agar tampil apik untuk mempercantik desain interior.

Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon memanfaatkan tanaman ini sebagai pelengkap interior gardenJS House. Pachiara disandingkan bersama lukisan hutan pada latar belakangnya dan hamparan kerikil pipih sebagai ‘permadaninya’ untuk menambah kealamian interior garden yang dilengkapi meja dan kursi kayu yang sengaja di-finishing kasar.
10. Spider plants (Chlorophytum comosum)


Kembang Murni Housedi Jakarta Barat karyaRAW Architecture

Tanaman jenis rumput-rumputan ini sering menjadi pelengkap desain interior bergaya ekletik. Daunnya yang panjang menjuntai seperti kaki laba-laba, tampil apik dalam pot dan diposisikan pada bingkai kayu di dinding Kembang Murni House. Warna dan bentuk daun menyerupai lidah mertua (Sansevieria), namun tidak terlalu keras sehingga menjuntai dengan indah. Tanaman yang masa hidupnya cukup lama ini, justru tumbuh dengan baik dengan pencahayaan matahari tidak langsung, sehingga cocok menjadi pelengkap desain interior.
11. Tanaman jade


Graha Natura Blok AAdi Surabaya karyaKOMA tahun 2016

KOMA dengan cerdik memilih dan menempatkan tanaman jade untuk memberikan kesan ‘homey’ dan nyaman di townhouseGraha Natura Blok AA yang mungil.

Tanaman jade dikenal sebagai ‘money tree’ si pembawa keberuntungan dan lambang persaudaraan yang erat. Daunnya yang tebal dan kecil dengan warna hijau tua, dengan cantiknya melengkapi desain interior kamar tidur utama Graha Natura Blok AA. Tanaman ini toleran terhadap sedikit cahaya, tetapi akan tampak lebih sehat dan warna hijau tuanya semakin segar jika ditempatkan di samping jendela yang terkena sinar matahari. Perawatannya sangat mudah, bahkan dapat bertahan tanpa air sampai sebulan. Tanaman jade dapat menyerap polusi udara, terutama dari cat dan thinner.
12. Monstera deliciosa


414 Commonwealthdi Singapura karyaHelloEmbryo tahun 2017

Salah satu jenis tanaman yang sedang tren saat ini adalah Monstera deliciosa yang tampil cantik untuk menciptakan kesan tropis dalam desain interior. Bentuk daunnya yang lebar menyerupai hati dengan banyak lubang, membuat tanaman yang termasuk Philodendron ini mudah dikenali. Monstera deliciosa mudah tumbuh di Indonesia karena iklimnya mirip dengan habitat aslinya di hutan hujan tropis di Meksiko dan Amerika Tengah.


414 Commonwealthdi Singapura karyaHelloEmbryo tahun 2017

Karena keindahan dan keunikan daunnya serta batang basahnya tahan lama setelah dipotong, HelloEmbryo juga memanfaatkan Monstera deliciosa sebagai ‘point of interest’ di kamar tidur 414 Commonwealth.


Boxwood balls, tanaman pelengkap interior Rumah WkaryaLewin Nuramintahun 2016

Desain interior tidak melulu tentang pengaturan dan pemanfaatan furnitur, bahan-bahan kain ‘fabric’, ataupun benda mati buatan manusia semata. Desain interior akan sangat bermakna dalam memberikan kenyamanan kepada penghuninya jika memanfaatkan tanaman sebagai bagian dari elemen desainnya. Banyak jenis tanaman yang dapat dijadikan tanaman pelengkap desain interior kekinian. Tanaman itu tidak hanya unik dan indah secara bentuk dan warnanya, tetapi juga banyak manfaatnya. Tidak perlu takut repot mengikutsertakan tanaman sebagai elemen desain interior.

6 Desain Interior Rumah Vintage yang Unik dan Menawan

6 Desain Interior Rumah Vintage yang Unik dan Menawan
Semua pasti bermimpi untuk punya rumah idaman masing-masing. Anda yang modern, akan memilih rumah yang sesuai dengan selera. Meski begitu, bukan berarti desain rumah retro jadi ditinggalkan oleh para penggemarnya. Dekorasi serba antik ini bagi sebagian orang mungkin dianggap terlalu ketinggalan zaman dan kusam. Namun, jika Anda cukup pintar memadu padankan desain interior dengan aneka perabotan, desain rumah vintage sederhana milik Anda akan tetap mampu tampil menonjol.

Sebelum mencoba memilih material dan perabotan, bagaimana kalau Anda lihat dulu 6 contoh dekorasi rumah bergaya vintage berikut ini?
AA Residence


AA Residence Karya Bitte Design Studio

Rumah tinggal yang berada di Kawasan Cimanggis ini dari luar sudah memberikan image vintage lewat temboknya yang berwarna natural dan pintunya yang dibiarkan tanpa cat. Di bagian dalam ruangan, taste tua semakin terasa lewat aneka pajangan dan sebuah kulkas merah di sudut ruangan. Kesan rustic muncul dari kursi, lemari kecil, serta dindingnya yang tak berplester.
Na Residence


Na Residence Karya Alvin Tjitrowiro

Arsitek dari rumah yang berada di Solo ini dengan lihai memadukan dekorasi vintage dengan berbagai ornamennya tanpa harus membuat rumah kehilangan kemewahannya. Ruang keluarga ini misalnya bermain dengan dinding dan langit-langit kayu khas mid-century dengan sofa kulit yang meski memiliki model jadul, tetapi tidak kehilangan keeleganannya.
Kembang Murni House


Kembang Murni House Karya RAW Architecture

Mulai dari pagar sampai eksterior bagian depan, Anda sudah bisa menebak-nebak tampilan vintage macam apa yang dipersembahkan oleh sang arsitek lewat karyanya ini. Sitting area ini dikelilingi jendela besar ala mid-century dan lantai bercorak kayu yang khas. Foto-foto tua yang memenuhi dinding membuat kesan vintage semakin terasa. Ditambah penerangan yang sendu, Kembang Murni House akan menjadi rumah vintage impian Anda.
Revahouse


Revahouse Karya Revano Satria

Rumah satu ini tampil dengan desain berani: dinding yang hampir seluruhnya transparan. Untuk menyeimbangkannya, bagian yang lain dari rumah dibuat dengan material kayu yang membuat rumah tetap terasa adem. Kamar utamanya juga diberi sentuhan vintage lewat lantai corak kayu, tegel motif lawas, langit-langit kayu, serta perabotan simpel yang juga serba kayu. Penempatan telepon jadul di atas meja menjadikan kamar ini cocok untuk Anda pecinta vintage!
Sterling Barbers


Sterling Barbers KaryaVin•da•te

Sterling Barbers ini sebenarnya bukan rumah tinggal melainkan sebuah salon yang berada di Citywalk, Jakarta. Seluruh salon dibuat dengan desain vintage yang menawan. Anda bisa menerapkan model waiting room mereka di rumah Anda. Detail expanded metal di bagian langit-langit adalah poin yang menonjol dari desain mereka. Dinding kayu berpadu harmonis dengan sofa kulit jadul. Daripada membiarkan dindingnya kosong, Anda bisa membuat hiasan seperti yang dilakukan Sterling Barbers ini atau menempel hiasan vintage lain yang Anda punya.
Richfield Co


Richfield Co Karya Rdma

Richfield Co adalah sebuah kafe yang berada di Kawasan Dago, Bandung. Desain vintage-nya sudah terlihat sejak pertama kali Anda memasuki kawasan parkirnya. Bagian eksteriornya memanfaatkan warna kayu dengan dinding transparan. Nuansa vintage di seating room mereka tercipta berkat perpaduan lantai rustic-nya, kursi dan meja berbahan kayu, besi tua serta lukisan-lukisan yang dipajang di dinding. Anda bisa menerapkan ide serupa untuk teras atau ruang tamu Anda.

8 Inspirasi Desain Rumah Mewah Pinggir Pantai

8 Inspirasi Desain Rumah Mewah Pinggir Pantai
Setiap orang memiliki rumah impiannya masing-masing. Yang menyukai cuaca dingin dengan tumbuhan hijau yang melingkupi, bisa memilih daerah pegunungan. Yang menyukai kebebasan serta biru dan luasnya laut, pasti akan memilih tinggal di rumah tepi pantai.

Meski pinggir pantai identik dengan permukiman nelayan, bukan berarti Anda tidak bisa membangun rumah mewah pinggir pantai. 8 desain model rumah mewah minimalis ini akan memberikan Anda kesempatan merasakan pengalaman tinggal di rumah seperti yang ada di Sydney!
DH House, Argopuro, Semarang


DH House, Argopuro Semarang Karya Studio Air Putih

Rumah tepi pantai yang baik adalah yang memberi kita kesempatan melihat ke luar dengan leluasa. Rumah dengan balkon yang luas atau dinding jendela kaca yang besar seperti DH House ini sangat cocok dibangun di tepi pantai. Anda bisa membuat kolam renang lebih dekat dengan bibir pantai sehingga acara duduk-duduk santai Anda tetap terasa privat, namun tidak kehilangan suara deburan ombak.
House 1


House 1 Karya Tamara Wibowo

Rumah yang berlokasi di Semarang ini merupakan rumah tinggal sekaligus kantor. Dengan material dan warna-warna alami, rumah ini menampilkan sisi modern yang simple dan nyaman. Dengan sebagian dinding transparan, desain House 1 sangat cocok diterapkan untuk Anda yang ingin membangun rumah di tepi pantai.
The Guild


The Guild Karya Raw Architect

Rumah yang berada di kawasan Jakarta ini tampil dengan desainnya yang unik. Jendela yang lebar serta balkonnya yang tinggi memungkinkan Anda melihat pemandangan tepi pantai dengan bebas.
C10- Dago Village


C10- Dago Village Karya Ads Architect

Jika rumah ini dibangun untuk memberikan keleluasaan pada penghuninya untuk melihat pemandangan perbukitan di sekitarnya, tak ada salahnya mencoba desain serupa untuk rumah di pinggir pantai. Tak perlu ruang tamu, Anda cukup membawa tamu Anda ke balkon atas, menikmati jus segar sembari mengobrol dan menghirup udara pantai.
Swadaya House


Rumah Swadaya Karya Sub

Bayangkan Anda sekeluarga sedang menghabiskan waktu santai di lantai 2 sambil menikmati pemandangan birunya laut dari jendela. Desain rumah ini bisa Anda jadikan referensi jika Anda tetap ingin bersantai tanpa ingin terpapar panasnya udara pantai di siang hari.
Skandinavian House


Desain rumah Skandinavia tepi pantai (Sumber: impressiveinteriordesign.com)

Desain ala Skandinavia yang putih dan bersih juga bisa Anda terapkan untuk rumah di tepi pantai. Bayangkan betapa menyejukkannya melemparkan pandangan dari ruangan serba putih ke laut yang biru. Apalagi kalau kamar Anda yang dibangun langsung menghadap ke pantai. Cozy!
Rumah Berhalaman Pasir Pantai


Rasakan langsung butiran pasir pantai begitu keluar dari rumah (Sumber: impressiveinteriordesign.com)

Jika benar-benar ingin merasakan nuansa pantai begitu keluar dari rumah, Anda bisa memilih lokasi seperti rumah di atas. Jangan lupa perhatikan faktor material karena sifat air laut yang asin mudah membuat besi atau baja mudah berkarat. Ganti dengan material dengan beton precast agar rumah cantik Anda tahan terhadap ombak.
Rumah Beratap Unik


Rumah dengan atap unik karya Marmol Radziner (Sumber: trendir.com)

Suka sesuatu yang unik? Desain rumah karya arsitek Los Angeles, Marmol Radziner ini tak hanya tampil dengan atapnya yang unik, tetapi juga warna natural yang sangat cocok dengan suasana pantai. Sama seperti rumah tepi pantai kebanyakan, rumah ini memiliki jendela yang luas dan membuat Anda selalu bebas menatap ke laut.

Desain Skylight yang Membuat Rumah Minimalis Anda Bermandikan Cahaya Alami

Desain Skylight yang Membuat Rumah Minimalis Anda Bermandikan Cahaya Alami
Di tengah kemajuan zaman, kepiawaian dan kecerdikan arsitek untuk menemukan ide-ide kreatif yang inovatif sangat dibutuhkan. Bangunan pintar yang nyaman, fungsional, dan hemat energi pastilah menjadi idaman setiap keluarga. Salah satu trik cerdik untuk mewujudkan bangunan yang hemat energi adalah dengan pemanfaatan skylight. Keberadaan skylight atau kaca atap atau jendela loteng dalam sebuah bangunan akan sangat bermanfaat. Penghematan energi akan sangat signifikan karena berkurangnya kebutuhan pencahayaan buatan terutama di siang hari.

Selain dari segi ekonomi, dari segi desain, bangunan yang mengikutsertakan skylight dalam desain bangunannya akan memiliki nilai lebih karena unik dan terkesan ‘cerdas’.

Lalu, apa saja manfaat skylight secara detail? Bagaimana pula desain skylight yang baik? Bacalah artikel ini dan temukan desain skylight yang membuat rumah minimalis Anda bermandikan cahaya alami.

Baca juga: Bagaimana Cara Mendesain Rumah Minimalis
1. Desain skylight ekspos struktur kayu

MM House di Permata Buana karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon tahun 2012

Ide kreatif dan orisinil yang menjadi ciri khas skylight karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon adalah bentuk dan bahan yang digunakan dalam desain skylight. Bentuk skylight menyerupai atap segitiga yang terbentuk dari ekspos struktur kayu yang sudah dihaluskan. Cahaya alami yang masuk melalui sela-sela kayu tidak hanya membuat area di bawahnya menjadi terang, namun juga mendapat efek garis-garis bayangan cantik yang meneduhkan dan memperkuat kesan minimalis, sekaligus membuat rumah semakin tampak elegan.

JS House di Tulodong, Jakarta karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon tahun 2015

Kali ini, Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon menambah lapisan kaca di bawah skylight untuk mereduksi efek panas matahari sambil tetap memenuhi kebutuhan pencahayaan alami di JS House.
2. Desain skylight ekspos struktur baja


JS House di Tulodong, Jakarta karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon tahun 2015

Masih dengan konsep yang sama, Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon menggunakan baja dan kaca sebagai bahan atap skylight. Ukuran skylight memang terbilang cukup besar karena sebenarnya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon mendesain atap multifungsi, sebagai pelindung rumah dari panas dan hujan, dan sebagai skylight yang memandikan rumah dengan cahaya alami yang menyehatkan.


EW House di Serpong, Tangerang karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon tahun 2009

Dengan cerdik, Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon mengolaborasikan dan memposisikan rangka kayu ataupun baja ringan dengan kaca untuk merancang skylight sebagai pencahayaan dan penghawaan alami. Keberadaan pohon pada tapak yang tetap dipertahankan dan bahkan diikutsertakan dalam desain, menjadikan interior garden EW House menjadi unik. Selain pencahayaan dan penghawaan alami, interior garden bisa mendapat air dari air hujan yang masuk melalui celah-celah struktur skylight. Efek pencahayaan menjadikan dinding tampil cantik bermandikan cahaya alami.

Baca juga: 8 Desain Rumah Mewah dengan Interior Garden yang Mempesona
3. Desain skylight bergaya industrial


L+L House di Tanah Teduh, Jakarta karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon tahun 2012

L+L House mengusung konsep industrial minimalis dengan didukung keindahan blok beton pada dinding serta bar grating pada anak tangga dan skylight. Skylight yang berada di atas ruang tangga sangatlah tepat untuk memfungsikan area yang seringkali tersia-sia ini menjadi sumber cahaya alami.

Baca juga : Pemanfaatan Elemen Industrial dalam Perancangan Rumah
4. Desain skylight dengan permainan bentuk geometris


IS House di Tangerang karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon tahun 2015

Pada IS House, Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon mendesain skylight dengan ide kreatif yang berbeda. Untuk memperkuat kesan minimalis sambil tetap mengusung konsep ‘bangunan pintar’ dengan pencahayaan alami yang menyehatkan, desain skylight dibuat dengan permainan bentuk geometris. Kotak-kotak geometris diposisikan sedemikian rupa untuk mengarahkan cahaya matahari ke arah yang diperlukan, dengan tetap memperhatikan keindahan desain interior. Dinding dan langit-langit yang didominasi putih menjadi semakin berkilau bermandikan cahaya alami yang menerangi dan menonjolkan keindahan marmer dan kealamian lantai kayu pada kamar mandi IS House.

Baca juga: 10 Tips Memilih Ubin Kamar Mandi
5. Desain skylight ‘sumur cahaya’ beton


Bare Minimalist di Jakarta karya RAW Architecture tahun 2013

Desain skylight hasil ide kreatif dan orisinil RAW Architecture mampu menerangi seluruh lantai di rumah Bare Minimalist. Selain sisi barat, rumah ini memiliki bukaan di setiap sisinya untuk pencahayaan dan penghawaan alami. Bare Minimalist tidak memiliki area penerimaan (ruang tamu), ruang keluarga, maupun dinding untuk menciptakan ruang yang lebih lega dan memperluas area penyebaran cahaya alami.


Bare Minimalist di Jakarta karya RAW Architecture tahun 2013

Sebuah foyer (area transisi) dan ‘sumur cahaya’ dari dinding beton menjadi sumber cahaya alami untuk setiap ruang di Bare Minimalist. Selain mendapat cahaya alami dan sirkulasi udara dari skylight, Bare Minimalist juga mendapat cahaya dari pintu antara outdoor dan indoor yang terbuat dari kaca. Cahaya alami dari skylight sangatlah penting bagi Bare Minimalist, untuk menerangi gelapnya abu-abu dinding beton.

Baca juga: Konstruksi Beton untuk Gaya Industrial yang Keren
6. Desain skylight ‘sumur cahaya’ tembok dan kayu


Pangkalan Jati House di Jakarta karya RAW Architecture tahun 2011

Masih dengan konsep ‘sumur cahaya’, kali ini RAW Architecture mampu membangunnya dari dinding bercat putih yang dipadukan dengan balok-balok kayu berukuran besar. Dengan indahnya, matahari memancarkan cahayanya melalui ‘sumur cahaya’ untuk menerangi ruang-ruang di keseluruhan lantai Pangkalan Jati House, sambil menonjolkan eksotisme karakter kayu penyokongnya.

Baca juga: Mengekspos Kepolosan Material dan Elemen Arsitektural
7. Jendela kaca sebagai skylight


Rumah Tinggal Minimalis di Pantai Mentari, Surabaya karya Saga Contractor

Ide serupa ‘sumur cahaya’ juga digagas Saga Contractor. Bedanya, Saga Contractor secara kreatif membuat jendela kaca sebagai skylight dan membuka sebagian langit-langit untuk menerangi ruang keluarga dan ruang makan.


Rumah B karya Lewin Nuramin tahun 2012

Hal serupa juga menjadi ide desain Lewin Nuramin untuk pencahayaan alami di Rumah B. Jendela berukuran besar di atas pintu kaca di lantai dasar menjadi sumber cahaya alami untuk rumah dua lantai ini.


Splow House di Tebet, Jakarta Selatan karya Delution Architect tahun 2016

Delution Architect sengaja membuat jendela di bagian dinding teratas di lantai teratas Splow House. Cahaya dari jendela skylight memancarkan cahaya ke seluruh ruang di rumah ini melalui void tangga.

Baca juga: Bagaimana Cara Mendesain Jendela Rumah Minimalis yang Elegan
8. Desain skylight pada internal courtyard



51 SQM House di Jakarta karya Sontang M Siregar tahun 2010

Sontang M Siregar memanfaatkan skylight di 51 SQM House untuk mengoptimalkan pencahayaan alami pada pagi hingga sore hari. Sebuah internal courtyard sengaja diletakkan di bawah skylight untuk memberikan kesegaran udara dari oksigen yang dihasilkan tumbuhan sirih-sirihan dan kamboja jepang.

Baca juga: Desain Taman Rumah Minimalis di Lahan Sempit dengan Keindahan Maksimal
9. Skylight pada atap miring

Sunter Paradaise Residence di Sunter, Jakarta Utara karya Fine Team Studio tahun 2015

Fine Team Studio menjadikan atap miring yang berada di atas void tangga Sunter Paradaise Residence sebagai skylight. Pemanfaatan void tangga sebagai perantara penyebaran cahaya alami sangatlah efektif karena tangga melalui keseluruhan lantai.

Baca juga: Variasi Atap Rumah Minimalis yang Kreatif Sekaligus Cantik
10. Skylight di atas void tangga

Tropical Cube di Grand City Regency Surabaya karya Farid Rachmansyah tahun 2015

Farid Rachmansyah membuat menara skylight di atas void tangga Tropical Cube . Selain memandikan area di sekitar tangga dengan cahaya alami di pagi hingga sore hari, menara skylight ini juga tampak indah di malam hari. Pantulan cahaya lampu pada kaca skylight dan temaramnya sinar rembulan menambah keindahan suasana di malam hari.


IK_House di Pondok Indah, Jakarta Selatan karya Studio Air Putih tahun 2016

Studio Air Putih juga merancang sebagian atap di atas void tangga sebagai skylight IK_House. Keindahan cahaya alami yang masuk dari sela-sela celah void dengan indahnya menerangi area di sekitar tangga, serta memandikan dinding dengan keindahan perpaduan cahaya dan bayangan yang diciptakannya.

Baca juga: Kreativitas Desain Tangga Rumah Minimalis Yang Elegan
11. Skylight memanjang di atas void selasar


Pangkalan Jati House di Jakarta karya RAW Architecture tahun 2011

Selain ‘sumur cahaya’ sebagai skylight, RAW Architecture juga membuat skylight memanjang di atas void selasar Pangkalan Jati House. Cahaya memanjang ini menerangi selasar di lantai dua yang memang keberadaannya bukan sekedar sebagai area penghubung antar ruang, tetapi juga sebagai area masuknya cahaya skylight ke ruang-ruang di setiap lantai.
10. Skylight di atap kamar mandi


Bangka House di Mampang, Jakarta Selatan karya Adria Yurike Architects tahun 2014

Adria Yurike Architects sengaja mendesain skylight di atap kamar mandi Bangka House dan mengkolaborasikannya dengan warna serba putih pada dinding dan fixture kamar mandi untuk menciptakan kesan bersih berkilau. Sinar matahari yang masuk dipancarkan ke seluruh area kamar mandi untuk membunuh kuman dan memandikannya dengan cahaya alami yang higienis.

Baca juga: Mengintip Desain Kamar Mandi yang Cocok untuk Rumah Minimalis Anda
11. Skylight di atap balkon


F+W House di Jakarta karya DP+HS Architects tahun 2014

Balkon di atap F+W House dinaungi skylight dengan shading sebagian. Ide cerdik DP+HS Architects ini membuat penghuni F+W House dapat bersantai di balkon dan tetap terlindung dari hujan, tidak terlalu panas dan silau oleh matahari, serta dapat menikmati keindahan bintang dan bulan di malam hari.

Sekali lagi terbukti, ide desain tidaklah terbatas, bahkan dalam desain skylight. Skylight akan menjadikan bangunan bermandikan cahaya alami, indah dan cerdik dalam segi desain, penghematan biaya listrik secara ekonomis, sehat, dan tidak lembab . Jadi, terus imajinasikan rumah idaman yang nyaman untuk Anda sekeluarga. Kembangkan ide cerdik yang orisinil dan kreatif. Dan wujudkan desain skylight yang membuat rumah minimalis Anda bermandikan cahaya alami.